hari guru nasional 2020

“Super Teacher” Saya: Guru TK. Urusan Tulis Baca sampai Berak di Celana

Mungkin memang pengajaran yang Beliau berikan tidak setebal buku-buku kuliah. Namun coba liat value yang kamu terima. Bukan hanya ilmu (basic) tapi juga tentang adab yang menjadikan kamu manusia seperti saat ini.

“Selamat Hari Guru Nasional 2020”

September lalu, untuk sebuah alasan saya harus pulang kampung ke bumi minang. Hanya 7 hari, namun cukup untuk menjadi catatan yang tidak mungkin dilupakan. Satu momen dimana semua saudara berkumpul. Yang dekat, jauh dan bahkan keluarga yang bahkan belum pernah ketemu sebelumnya.

Tidak tahu bagaimana persisnya. Bagaimana ranji dan pohon asal-usul. Di umur yang masih 2# ini saya sudah mempunyai cucu, yang saya ajari untuk memanggil ‘mamak’ (Om). Karena memang saya belum setua itu, belum cukup berkumis untuk pantas dipanggil kakek.

Singkat cerita, cucu yang ternyata sudah SD kelas 1. Dan entah bagaimana ceritanya, si Cucu itu sangat nempel. Bahkan beberapa hari si Kecil ini minta saya yang anter ke rumah gurunya.

Kebetulan karena pandemi Covid-19. Karena letaknya di kampung di lereng Gunung Singgalang, susah internet. Belum lagi karena usia gurunya yang udah mendekati masa pensiun, tidak mau ribet dengan belajar daring, gaptek.

Tebak gurunya siapa? Ternyata guru kelas 1 si Cucu ini sama dengan guru saya di kelas 1 SD. Bahkan si guru masih sangat hapal dengan saya. Bahkan Beliau absen semua sodara bahkan persepupuan saya yang semuanya diajar Beliau.

Dulu si Hamda yang ibuk ajar, kini sampai cucunya masih Ibuk yang ajar. Liat ibuk masih gitu-gitu aja. Sejak dari kakak (sepupu) si Hamda, ibuk yang ajar di SD, sampai dia (kakak sepupu) si Hamda jadi guru dan sempat ngajar Hamda pelajaran bahasa Inggris di SD. Kini kalian udah sukses semua.”

“Dulu kalian semuanya anak-anak ‘santiang’ (pintar), juara.

Jauh dalam hati sebenarnya setengah malu. Sukses? mungkin menuju kesana cuma ya namanya didoakan guru yang udah sperti orang tua, yaa harus diaminkan.

“Tengoklah ini rumah ibuk sekarang. Yaa cuma segini. Liat guru-guru sekarang rumahnya bagus-bagus. Baru mengabdi sekian tahun kemudian sertifikasi. Gajinya besar. Ibuk ya dari dulu segini-gini aja”

Anak murid ibu sudah banyak yang jadi dosen dimana-mana. Mereka cerita rumahnya bagus, kerjaanya bagus. Ibuk cuma ikut menumpang bahagia saja dari cerita mereka.

Ibuk Doakan kalian tetap sukses semuanya. Tidak lupa sama kami, guru2 kalian.

Pada titik itu saya mikir. Mereka yang harusnya mendapat apresiasi yang lebih besar. Setidaknya setara. Setara secara nilai dan fungsi. Bukan angka.

Memang secara angka tidak tahu pasti, tapi dari penampilan luarnya kita bisa menyimpulkan. Secara umum guru SD trus guru SMP, SMA hingga dosen. Main tinggi jenjang pendidikan, makin besar apresiasi yang diberikan orang umum, makin terpandang.

Padahal dalam hemat saya, guru yang paling berjasa adalah guru TK. Memang yang diajarkan hanya hal-hal dasar. Tapi itu yang kita pakai sampai sekarang.

Mereka yang pertama kali meng-adjust pendidikan yang kita peroleh di rumah dan menyelaraskan dengan standar yang ada di sistem pendidikan di sekolah.

Banyak kita yang baru belajar baca tulis di TK. Banyak kita yang mulai membiasakan doa-doa di TK. Doa bangun tidur hingga mau tidur. Doa mau makan hingga setelah makan. Doa bersin samapai doa menjawab orang bersin.

Doa masuk WC hingga doa keluar WC. Bahkan kalo ada misalkan diantara anak TK yang karena satu hal tidak berani berak ke kamar mandi. Guru TK mau menunggui. Ataupun kalau ada yang sudah kelepasan berak di celana.

Untuk itu, bukan untuk mendiskreditkan guru yang lain. Semua orang berhak untuk mendapatkan apresiasi yang semestinya.

Sekarang coba ingat, siapa nama guru TK kamu? Sudah lupa bukan?

Dasar Tua!!!! Peace Out!!

Selamat Hari Guru Nasional

Terimakasih untuk semua guru-guru yang pernah mengisi ruang-ruang kosong di kepala ini.

Terimakasih untuk Buk Yul & Buk Ita yang ngajar baca tulis dan mengaji. Terimakasih untuk Buk Asni, Buk Anti, Buk Epa, Buk Yus, Buk Ita, Pak Son untuk 6 tahun putih merah.

Terimasih untuk Buk Tis, Buk Aslinda, Buk Fet. Wali kelas di MTs. Terimakasih untuk Buk Never, Buk Milza, Buk Ester. Wali kelas di SMA,

Terimakasih untuk bapak dan Ibu Dosen.

Terimakasih untuk semua yang pernah menjadi guru kehidupan ataupun menggurui kehidupan saya. 😀