Paradok Terpopuler di dunia

Dulu Mana Ayam atau Telur? Serta Paradoks Terpopuler di Dunia

Pertanyaan tentang lebih dulu mana ayam atau telur adalah salah satu paradoks yang paling populer di dunia. Pertanyaan ini masih seringkali dibahas dan dipertanyakan. Meskipun jawaban ilmiahnya sudah dirilis oleh para ilmuwan. Namun tetap saja sampai sekarang banyak orang yang mau menghabiskan energi untuk berdebat tentang mana yang lebih dulu diciptakan di dunia. Telur atau Ayam. Kalau menurut anda, Lebih dulu mana ayam atau telur?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Paradoks adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis (apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; (2) asumsi; (3) kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika), yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi.

Biasanya, baik pernyataan dalam pertanyaan tidak termasuk kontradiksi, hasil yang membingungkan bukan sebuah kontradiksi, atau “premis”nya tidak sepenuhnya betul (atau, tidak dapat semuanya betul).

Paradoks : Lebih Dulu Mana Ayam atau Telur?

Pada kasus ayam vs telur diatas.

Premis 1. Ayam Berasal dari Telur

Premis 2. Telur Berasal dari Ayam

Kedua premis tersebut adalah benar, namun jika digabungkan keduanya akan menghasilkan kesimpulan yang kontradiktif (bertolak belakang) dan kerapali membuat anda bingung. Kenapa demikian?

Jawabannya adalah ayam. Berdasarkan pendapat para ahli, ada sejenis protein yang terdapat pada telur yang hanya bisa dihasilkan oleh seekor induk ayam. Sehingga terang sudah semuanya, alasan ini sudah cukup menjawab tentang siap yang lebih dahulu datang (diciptakan) di dunia.

Holiday Paradox

Kenapa liburan udah usai aja? Berasa cepet Banget? Hal ini lumrah sekali terjadi saat kita menikmati hal-hal yang menyenangkan. Misalnya pergi liburan ataupun hangout ataupun ngobrol dengan orang yang satu frekuensi.

Atau sama halnya kenapa ketika kita menghabiskan waktu dengan orang yang kita suka, semuanya berasa cepat. Sedangkan saat kita sedang melakukan hal yang membosankan, misalnya belajar, waktu terasa berjalan sangat lambat.

Jawabannya adalah karena otak kita menyimpan setiap pengalaman baru (moment-moment liburan) menjadi sebuah memori. Semakin banyak hal-hal baru yang disimpan didalam memori, maka kita merasakan waktu yang relatif panjang.

Itulah kenapa saat bosan belajar terasa sangat lama sedangkan saat liburan berasa cepat sekali. Semuanya tak lain adalah seperti tipuan otak. Kita tidak butuh referensi dan literasi tentang teori relativitas Einstein untuk menjawabnya.

Saat liburan, otak tak banyak menyimpan memori. Karena tugas tersebut sudah berpindah ke Handphone masing-masing. Tak banyak yang diingat saat liburan selain datang, meluruskan punggung, foto-foto, IG Story, makan, foto-foto, lalu sibuk dengan HP mengecek siapa saja yang view IG Story, ataupun sekedar membalas pertanyan “liburan dimana nih?” di kolom komentar. Karena liburan yang “gitu doang”, akhirnya otak hanya meremam memori yang “gitu doang”. Itulah kenapa waktu terasa sangat cepat.

Berbeda saat di ruang kelas, dengan pelajaran yang rumet dan membosankan. Dimana secara sadar kita dipaksa/terpaksa mengingat baris demi baris rumus yang diterangkan di papantulis. Sehingga membuat otak ngebul karena terllau banyak hal yang harus dihapalkan. Itulah kenapa waktu terasa sangat lama.

Grandfather Paradoks

Ini merupakan salah satu paradoks tertua di dunia. Misalnya anda suatu saat dapat kembai ke masa lalu, entah itu dengan mesin waktu ataupun bantuan alat doraemon, lalu anda membunuh kakek anda sendiri. Pertanyaannya: Apa yang akan terjadi?

Mungkin menurut anda jawabannya adalah kakek anda akan mati, sesederhana itu. Ternyata jawabannya akan sangat kompleks. Bayangkan jika anda berhasil membunuh kakek anda, kakek anda akan mati tentunya, Namun apa yang akan terjadi pada kalian?

Jika kakek anda mati, tentunya orang tua kalian tidak akan pernah lahir dan otomatis anda juga tidak akan pernah ada di dunia. Jika anda tidak pernah ada di dunia, lalu bagaimana mungkin anda bisa membunuh kakek anda sendiri?

Jika anda tidak mungkin membunuh kakek anda, tentunya kakek anda akan tetap hidup, berkeluarga dan punya anak yaitu orang tua anda. Jika orang tua anda bisa mempertahankan eksistensinya, tentunya anda akan terlahir ke dunia. Orang yang nantinya akan pergi ke masa lalu dengan mesin waktu untuk membunuh kakeknya sendiri.

Omnipotence Paradox

Paradoks ini merupakan paradoks yang sangat kontroversial. Pembahasan yang berhubungan dengan ketuhanan ini bisa saja merusak iman anda, menjadikan anda sebagai penista agama, dan mungkin saja gila. Karena memang logika manusia tidak akan cukup untuk menemukan jawabannya.

Tuhan mempunyai sifat mahakuasa. Mungkinkah tuhan bisa menciptakan batu yang sangat berat sehingga tuhan sendiri tidak mampu mengangkatnya?

Jika kita membahas daari segi kemahakuasaan Tuhan, tentunya ia bisa mencipkan segala sesuatu apapun yang ia kehendaki. Dan tentu saja (kalau ia berkehendak), Ia bisa menciptakan batu tersebut.

Namun jika ia bisa menciptakan batu tersebut (batu yang bahkan Tuhan sendiri tidak bisa mengangkat karena terlalu berat) maka hal itu akan segaligus menggugurkan sifat kemahakuasaan tuhan.

Bagaimana? Bingung kan? Itulah kenapa salah satu paradok terpopuler di dunia ini seringkali dijadikan bahasan oleh orang Atheist untuk menggoyahkan iman orang beragama.

Paradoks : Kenapa Pacar Terlihat Makin Cantik?

Mungkinkah Anda makin cinta karena Pacar anda makin cantik?

ataukah karena pacar anda semakin cantik sehingga anda semakin cinta?

Pertanyaan ini cukup membuat bingung. Pasalnya baik premis (pernyataan) pertama dan kedua masuk akal. Tergantung dari bagaimana anda memandang sesuatu. Bisa jadi memang pacar anda berusaha tampil cantik untuk anda, atau memang anda merasa pacar anda semakin cantik (padahal orang lain melihatnya sama saja) karena anda yang kadung jatuh cinta.

Untuk pertanyaan: Kenapa cewek terlihat makin canti setelah jadi mantan? . Yaaa itu kembali pada diri anda sendiri. Karena tidak sedikit juga orang yang setelah putus malah saling menjelek-jelekkan satu sama lain.