Tag Archives : cerpen

kursi sang pesakitan

[SCBD 4] Kursi Sang Pesakitan


“Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh Ninik Mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina, tidak tulen Minangkabau, ketika itu kau antarkan saya di simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanganku berapapun lamanya, tapi kemudian kau berpaling ke yang lebih gagah kaya raya, berbangsa, beradat , berlembaga, berketurunan, kau kawin dengan dia.” Aku sangat tahu barisan kalimat…

Read More »
pesan terakhir

[SCBD 3] Pesan Terakhir


Sebagaimana sudah ku ceritakan sebelumnya, Husein, temanku ini memiliki dunia yang berbeda, dalam artian positif, dengan orang lain di dunia. Jika orang lain cenderung berbuat sesuai norma dan kebiasaan yang sudah lazim, temanku satu ini seringkali melawan dunia dengan aksi-aksi konyol cenderung gilanya. Namun yang ku lihat adalah ide-ide briliant yang mungkin dianggap orang lain sebagai sebuah kegilaan. Husein sering…

Read More »
depresi dan bunuh diri

[SCBD 1] Sebuah Catatan Bunuh Diri


“Aku rasanya ingin mati saja. Toh, tidak ada lagi yang harus aku perjuangkan di dunia ini. Putus sudah tali pengharapanku yang terakhir” Seperti yang ia ceritakan kepadaku. Membuatku setengah kaget kala itu. Gondrong satu ini memang setengah gila. Kadang susah bagiku membedakan ucapan mana yang serius ataupun bagian dari fantasi gilanya. Maklum, sebagai orang yang setiap hari bergelut dengan urusan…

Read More »